Jumat, 01 Oktober 2010

HP'Ku Mengoleksi Cowok


By. Faby's Properti


BAB I

"Maafkan aku, menduakan cintamu . . .", HP Icha pun berbunyi. Lalu Icha pun segera menjawab telepon tersebut.

"Hallo?"
"Jgreeekkk", tiba-tiba telepon terputus. Ternyata hanya misscall.
"Yak ampuuuun, siapa coba yang berani-beraninya telepon w maghrib-maghrib gini. Gak tau waktu ya tuh orang", ucap Icha kesal karena diganggu oleh misscallan dari orang yang dianggap iseng olehnya.
"Niat hati mau telepon balik, tapi w gag da pulsa. huhu sebel banget w sama hari ini", gerutu Icha dalam hati.

KE ESOKKAN HARINYA

"Weekend yang menyebalkan karna gua harus les bahasa inggris, kasihan w", ucap Icha sambil bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat les.
"Weeetzzz, sampai lupa w, pokoknya hari ini w harus isi pulsa buat nelepon orang iseng kemarin sore", kesal Icha ingat kejadian kemarin dan Icha pun segera membeli pulsa dekat rumahnya.

Icha mengirim SMS terlebih dahulu, sebelum menelepon orang tersebut.

SMS1: Selamat Pagi
Maaf ini siapa ya? Soalnya kemarin nomor ini misscall-misscall nomor w

SMS dikirim. Lalu dibalas.

SMS2: Apa??? w misscall-misscall u?
Tau juga gak siapa u? Tau juga gak nomer HP u?
Ngapain w misscall-misscall u?
Kurang kerjaan banget w.

"Oh My God, nyolot banget, iichhh pokoknya harus w telepon", ucap Icha kesal dan langsung menelepon orang tersebut.

"Hallo, Assalamu'alaikum", salam Icha dengan sopan.
"Wa'alaikum salam", jawab orang tersebut.
"Ini siapa?" , tanya Icha.
"Lho? Seharusnya w yang tanya kaya gitu, u siapa?", tanya balik orang tersebut dengan suara lantang.
"Heh . . . kemarin tuch waktu maghrib-maghrib u misscall-misscall w. Sekitar jam 7, inget gak lu? hah?", omel Icha sambil mengingatkan kepada orang tersebut.
"Yeeee . . . u kok nyolot gitu sih sama w? Sumpah w tuch gak merasa misscall-miscall u", jawab orang tersebut.
"W jg kali, sumpah kemarin nomor u tuch misscall-misscall nomor w, allaaaaahhh... udahlah gak penting. Sorry dah ganggu. Makasi", ucap icha sambil menutup telepon tersebut.

Icha begitu sangat jengkel dengan orang tersebut. Beberapa menit kemudian ada SMS masuk, dan ternyata dari orang yang tadi. Saat itu Icha telah sampai ditempat kursusnya.

SMS2: Maaf ganggu lagi, pasti u dah gak mau berurusan lagi sama w. Maafin w ya. ternyata benar,
kemarin nomor w misscall nomor u. Tapi itu bukan w, melainkan sepupu w. Soalnya kemarin dia
pinjam HP w, makanya w ngotot banget dan gak merasa misscall u. Sorry banget ya!"

Icha pun membalas SMS tersebut

SMS1: Tuch kan, w bilang juga apa. U sih nyolot banget. Sebenarnya w udah bete banget, tapi
udahlah, w juga minta maaf. By the way, emang sepupu u tuch siapa? Kok bisa tau nomor w?

SMS dikirim, SMS Ichapun dibalas,

SMS2: Namanya Rio, dia bilang u pernah misscall-misscall dia. U kenal sama dia? By the way nama
u siapa sih?

Icha membalas SMS tersebut,

SMS1: Oohh Rio? Anak Bekasi ya? Sekolah di Anida kan? W sih gak kenal, yang kenal itu sepupu w.
Namanya Lya. Lya kenal ma Rio. Katanya Rio tuh kakak kelasnya. Tuh Lya yang misscall-misscall
Rio. Nama w Icha. Kalo u?

Setelah itu SMS Icha pun di balas,

SMS2: Ohh gitu. Icha? Nama yang imut ya? Pasti orangnya juga imut deh. Kalo w Janet, w sepupunya
Rio. Oya, u anak mana?

Icha membalas SMS Janet,

SMS1: Janet? Aneh banget nama u? Alahh sotoy u, tapi kok u tau kalo w tuh orangnya emang imut?
haha. W anak Bekasi Utara, Harapan Indah. Oya, sorry banget nih, w mau les bahasa inggris
dulu, nanti terusin lagi ya! tha tha

Janet membalas,

SMS2: Oke deh, hati-hati ya.

Dua jam kemudian, Icha telah selesai mengikuti pelajaran les dan Icha bergegas pulang menuju kerumah.

MALAM TIBA

Saat Icha sedang belajar, HP berbunyi. Ada SMS masuk dari Janet.

Janet: Good night Icha :-)
sedang apa? sudah mam belum?

Icha tersenyum lebar, dalam benaknya berkata, "Gila, jujur aja nih, sebenarnya w males banget kalo harus ngeladenin orang gak jelas gini, tapi kenapa ya, kok w seneng banget ya dia SMS?."

Icha : Night too net, :-D
w lagi belajar, kalo u sedang apa? W udah mam kok. kalo u? Thanks ya udah perhatian sama w.
Janet: Aku lagi nonton TV, dan aku udah mam juga. Ya sama-sama, aku perhatian gini sama kamu
karena kamu orangnya baik banget sama aku. Yaaah berarti aku ganggu kamu banget donk?
Icha : Gak kok, soalnya aku udah selesai nih,
makasi. Kamu juga baik sama aku. Lho jadi aku, kamu gini ngomongnya. Tapi gak apa-apa deh
kedengaran sopan gitu.

Dan SMS tersebut terus berlanjut. Setiap hari mereka selalu SMS-an, saling perhatian satu sama lain selayaknya seperti pacar. Icha susah tau semua tentang kepribadian Janet. Janet baru saja lulus daaari sebuah sekolah SMK ternama di Bekasi. Dya tinggal di Bekasi Barat dan dia anak pertama dari tiga bersaudara.
Setelah dua minggu mereka saling mengenal. Janet bertanya kepada Icha, apakah Icha sudah mempunyai pacar?
Icha menjawab dengan mudahnya bahwa dia tidak mempunyai seorang kekasih. Padahal saat itu Icha masih mempunyai seorang kekasih yaitu Nino, yang sudah satu tahun berpacaran dengannya. Icha terpaksa berbohong karena Iacha takut kehilangan perhatian Janet. Nino dan Janet sama-sama tinggal di Bekasi Barat, namun hanya berbeda blok dan daerah. Nino di Komplek Duren Jaya,Bekasi Barat, sedangkan Janet di Kp. Duren Jaya, Bekasi Barat. Icha sempat khawatir tapi karena peredaan itu dia nekat memacari dua cwo. Dia pikir Nino dan Jamet tidak saling mengenal.


BAB II

SUATU MALAM

"Maafkan aku, menduakan cintamu . . .", HP Icha berdering. Telepon dari Janet.

"Hallo",
"Hallo", jawab Icha.
"Lagi apa cha?", tanya Janet.
"Lagi dengerin musik nih, kamu lagi apa?", tanya Icha.
"Lagi nelepon cewek yang imut banget, hehehe", canda Janet.
"Jiiiakhhh cape deh", sambut Icha.
"Kamu udah mam cha?", tanya Janet.
"Udah donk, kamu?", tanya balik Icha kepada Janet.
"Udah, Cha, aku pengen ngomong serius sama kamu", ucap Janet.
"Mau ngomong apa Net?", tanya Icha.
"Cha, kitakan udah saling kenal pribadi masing-masing, sikap masing-masing, saling perhatian.
Menurut aku kamu tuh bener-bener tipe cewek aku banget. Ya mungkin kedengerannya lucu, karena
kita belum ketemu. Tapi aku yakin kamu yang terbaik untuk aku. Sikap kamu, dari cara kamu bicara,
aku tertarik sama kam, sebenarnya aku takut ngomong gini, tapi dari pada aku kehilangan kamu, lebih
baik aku jujur kalo aku suka sama kamu, kamu mau gak jadi pacar aku?", tanya Janet penuh harap.
"Apaaaa? Kamu suka sama aku? Tapi kitakan belum ketemu secara langsung? Nanti kamu nyesel lagi
ketemu aku?", jawab dan tanya Icha dengan terkejut.
"Ini bukan masalah tampang, aku juga takut kamu nyesel ketemu aku. Tapi ini masalah hati, tampang
belakangan. Setiap manusia tuh gak sempurna, Setiap manusia tuh punya kekurangan." Ucap Janet.

Sejenak Icha terdiam, dan berkata dalam hati,

"W kan masih punya Nino, gimana ya? Nanti tampangnya gak sesuai dengan harapan lagi, tapi kalo ternyata tampangya OKE? rugi donk w. Kalo w minta fotonya, pasti dia bakal tersinggung. Ya udah deh w terima aja, tampang belakangan. Kalo jelek jadi temen tapi kalo cakep, Hayuuuck, ckckckck."

"Cha, kok diam? Gak mau ya?", tanya Janet kecewa.
"akhh, upss sorry banget ya, bukan gitu. mmm . . ya udah deh aku mau kok jadi pacar kamu, tapi
jadian ini gak resmi, ya kaya kontrak atau perjanjian gitu. Kalau seandainya kita ketemu dan saling
suka, ya kita resmiin. tapi kalo gak saling suka, kita putus dan jadi temen. gimana?", syarat Icha.
"Ya ampun, berat anget sih. Ya udah aku setuju. Jadi kita pacaran nih?", tanya Janet.
"Iya net."
"Makasih ya sayank. Ga apa-apakan panggil sayang?", tanya Janet.
"Yuaps"

Satu minggupun tak terasa berlalu. Janet ingin sekali bertemu Icha. Dia pun mengajak Icha bertemu di sebuah tempat nongkrong ternama di Bekasi pada hari minggu.

HARI MINGGU

Icha bersiap-siap, dia menggunakan baju putih dan celana jins pendek dan tak lupa mampir kesalon untuk mempercantik diri. Lalu Icha berangkat menuju lokasi.

BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iiank positif iia komen.a